Agrowisata Petik Madu di Lawang, Malang

Agrowisata Petik Madu

Agrowisata Petik Madu atau biasa disebut dengan Rimba Tawon terletak di Kabupaten Malang. Lokasinya berada di gerbang utara Kabupaten Malang. Lebih tepatnya di Kota Lawang. Puri Kencana, Jalan Dr. Wahidin nomor 8, Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Dari Malang kota sebelah kanan jalan, kalau dari arah Surabaya sebelah kiri jalan.

Agrowisata Petik Madu adalah wisata edukasi. Disana kita bisa melihat proses petik madu dari sarang lebah secara langsung. Sarang lebah bisa dibuat secara manual (dengan menggunakan cetakan) atau secara alami. Sarang lebah yang dibuat secara manual, terasa seperti lilin. Jadi jika ingin dicetak harus dipanaskan terlebih dahulu. Setelah cair barulah kita cetak sesuai dengan bentuk sarang lebah pada umumnya.

Di Agrowisata Petik Madu terdapat sebidang tanah seluas 3 hektar yang ditumbuhi beberapa jenis tanaman. Tanaman tersebut untuk lebah mencari makan sehingga bisa menghasilkan madu. Tanaman tersebut antara lain: tanaman anggrek, kayu putih, jojoba, pohon randu, sengon, dan tanaman buah kelengkeng.

Agrowisata Petik Madu dikelola oleh Bapak Hariyanto, beliau adalah generasi kedua pengelola tempat ini. Agrowisata Petik Madu awalnya dikelola oleh Bapak Gunawan tahun 1978 yang tidak lain adalah orang tua dari Bapak Hariyanto. Pada awalnya, Bapak Gunawan membeli 10 glodok (kayu yang dilubangi) lebah dari hasil tangkapan salah seorang pegawainya untuk berternak madu.

Penggunaan kotak sebagai sarang lebah baru dimulai pada tahun 1985. Barulah pada tahun 2008, Bapak Hariyono memutuskan untuk mengembangkan usahanya sebagai Wisata Agro. Wisata Agro tersebut berada di area perkebunan seluas 6,5 hektar. Lebih tepatnya berada dibelakang rumah dan toko Bapak Hariyono. Tujuannya adalah untuk pembelajaran para peternak lebah di sekitar  Lawang. Pucuk dicinta ulam tiba, ternyata usaha Bapak Hariyono banyak peminat. Tidak hanya di dalam negeri, tapi sampai luar negeri.

Ada beberapa jenis lebah yang dikembang biakkan untuk diambil madunya. Antara lain : lebah Apis Melilfira, lebah Acerana, dan lebah Trigod. Lebah Apis Melilfira paling cocok, dengan bentuk atau ukuran yang cukup besar, maka madu yang dihasilkan juga lebih banyak. Yang kedua adalah lebah Acerana. Lebah ini adalah jenis lebah lokal yang sedikit ganas dan tidak berbahaya.  Dan ketiga adalah lebah jenis Trigod. Lebah ini ukurannya kecil dan tidak menyengat.

Selain menghasilkan madu, lebah di Agrowisata Petik Madu juga menghasilkan Royal Jelly, Bee Pollen, dan Propolis.

Manfaatnya :

  • Royal Jelly untuk menjaga keseimbangan metabolisme tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kecerdasan dan sangat baik untuk kesehatan kulit.
  • Bee Pollen untuk meningkatkan imunitas tubuh, pengangkal radiasi dan racun kimia, dan berperan sebagai antioksidan
  • Propolis untuk antibiotik alami, meningkatkan kekebalan tubuh, antioksidan, dan detoksifikasi (membersihkan dan membuang penyebab penyakit)

Untuk berwisata di Agrowisata Petik Madu, kita tidak dipungut biaya. Disana juga disediakan kafetaria, arena outboung, penginapan, lukisan 3D, dan cara petik madu tentunya. Kita juga bisa merasakan sensasi dikerubungi lebah di bagian tertentu tubuh kita. Atau malah disengat lebah untuk pengobatan alternatif atau biasa disebut dengan Apitherapy. Para pengunjung bisa langsung membeli madu murni yang sudah diolah oleh pihak pengelola. Kita juga bisa memesan jus jambu madu atau es madu di kafetarianya. Selain itu, bisa membuat cetakan tangan yang terbuat dari semacam lilin (yang juga bisa dipakai untuk membuat sarang lebah).

Agrowisata Petik Madu buka setiap hari. Dari pukul 08.00 – 15.00. Tapi jika memasuki musim liburan, harap telepon dahulu.